Langsung ke konten utama

Peduli Lingkungan, BSI Sediakan Mesin Daur Ulang Sampah Plastik di Area Publik

Sumber gambar : https://www.bankbsi.co.id

Sebagai Bank Syariah Terbesar di Indonesia, BSI terus mendukung pembanguan keuangan berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan dalam berbagai program green campaign dan kepedulian lingkungan. Salah satu program kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia adalah program daur ulang sampah, terutama sampah plastik.

Sebagaimana kita ketahui sampah plastik adalah permasalahan lingkungan yang harus segera diatasi. Studi National Plastuc Action Partnership tahun 2020 menyebutkan Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia. Sedangkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia RI, menyebutkan 72% persen masyarakat Indonesia tidak memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik.

Maka dari itu, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah plastik, bertepatan dengan hari Plastik Internasional tanggal 3 Juli 2023, BSI meluncurkan program Small Movement for Green Economy. 

Bekerjasama dengan Plasticpay, BSI dan Plasticpay akan menempatkan reverse vending machine (RPM) di tempat umum. Di tahap awal mesin ini gedung BSI wisma mandiri Jakarta dan selanjutnya akan ditempatkan di tempat umum di area Jabodetabek.

Untuk masa depan yang lebih baik, BSI terus berkomitmen dalam mendukung ekonomi hijau sekaligus meningkatan kepedulian publik terhadap lingkungan. Sehingga lingkungan dan masyarakat tumbuh seimbang berkelanjutan.

#1001CeritaMembangunIndonesia #TumbuhSeimbangBerkelanjutan #KompetisiLiterasi #BankSyariahIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Yang Menginspirasiku

Semua orang di desaku membicarakannya, ia adalah seorang perempuan anak kepala desa. Ia anak perempuan satu-satunya kepala desa yang melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan tiga kakak perempuaanya hanya cukup tamat bangku SMP. Tak tanggung-tanggung ia melanjutkan pendidikan ke kota Jakarta. Sebuah kota yang sangat jauh dari desa kami yang berada di Jawa timur. Di desaku, saat itu yang melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi hanyalah kaum laki-laki. Untuk kaum perempuan bisa dihitung dengan jari. Aku masih cukup ingat ketika ia bersikeras untuk melanjutkan pendidikannya. Terjadi pertengkaran hebat antara ia dan bapaknya. Aku dan teman-teman yang saat itu belajar ngaji di rumahnya merasa ketakutan. Anak-anak usia SD sepertiku saat sore biasa mengaji di rumah pak Karto dan anak-anak perempuan pak Karto yang mengajarinya.  "Buat apa sekolah tinggi? Kamu itu perempuan?," suara pak Karto terdengar keras. "Aku ingin menambah ilmu pak," ja...